Pages

Saturday, February 22, 2014

Misteri Saraf Manusia mirip dengan Galaksi



Sistem saraf merupakan salah satu sistem koordinasi yang bertugas menyampaikan rangsangan dari reseptor untuk dideteksi dan direspon oleh tubuh. Sistem saraf memungkinkan makhluk hidup tanggap dengan cepat terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan luar maupun dalam.

Untuk menanggapi rangsangan, ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf, yaitu:

Reseptor, adalah alat penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah organ indera. Penghantar impuls, dilakukan oleh saraf itu sendiri. Saraf tersusun dari berkas serabut penghubung (akson). Pada serabut penghubung terdapat sel-sel khusus yang memanjang dan meluas. Sel saraf disebut neuron. Efektor, adalah bagian yang menanggapi rangsangan yang telah diantarkan oleh penghantar impuls. Efektor yang paling penting pada manusia adalah otot dan kelenjar



Struktur alam semesta dan otak manusia ternyata sangat mirip satu sama lainnya. Dalam teori spiritual Taoisme dari Timur, tubuh manusia telah lama dipandang sebagai alam semesta kecil, sebagai sebuah mikrokosmis. Berbagai investasi jutaan dolar telah dilakukan di Amerika Serikat dan Eropa untuk meneliti fungsi otak, yaitu korelasi antara otak manusia dan alam semesta. Sebuah studi yg dilakukan oleh Dmitri Krioukov dari Universitas California yg diterbitkan Nature menunjukkan similaritas antara jaringan saraf otak & koneksi jaringan antargalaksi.Tim Krioukov telah mnciptakn sebuah simulasi komputer yg memecah alam semesta ke dalam unit subatomik ruang-waktu.Simulasi tsb menambahkan lebih banyak unit ruang-waktu seiring dg sejarah perkembangan alam semesta.Intraksi yg berkembang antarmateri di galaksi mirip dg intraksi yg trdiri dari jaringan saraf otak manusia.



Fisikawan Kevin Bassler dari Universitas Houston,yg tak terlibat dalam penelitian ini,mengatakan pada Live Science bahwa studi ini menunjukkan tentang sebuah hukum dasar yangg mengatur jaringan ini. Mei 2011,Sayed Hadi Anjamrooz dari Kerman University of Medical Sciences,Iran juga mnerbitkan sebuah artikel di International Journal of the Physical Sciences tentang kesamaan antara sel-sel pada manusia & alam semesta. Mereka menjelaskan bahwa black hole menyerupai nukleus sel,dimana sifat black hole yang memiliki daya hisap gravitasi kuat yang akan menyedot semua obyek disekitarnya amat menyerupai membran nuklir(selubung nukleus). Black hole juga memiliki lapisan ganda seperti pada membran nuklir,sama seperti black hole yang mencegah apapun yang telah masuk untuk keluar,membran nuklir juga mengurai cairan sel mencegah pencampuran & mengatur difusi materi antara bagian dalam dengan bagian luar inti. Selain itu keduanya juga sama-sama memancarkan radiasi elektromagnetik.



Para peneliti menuliskan bahwa hampir semua yang ada dialam semesta(makrokosmis) dapat dicerminkan didalam sel biologis sebagai mikrokosmis. Sederhananya, alam semesta dapat digambarkan sebagai sebuah sel. Dalam beberapa kajian sains, diketahui bahwa atom tak dapat dibagi & memiliki beberapa orbital yang berpusat pada satu titik. Jika menggunakan imaginasi dalam definisi ini, maka akan didapati kesamaan susunan atom dengan orbit-orbit planet yang mengorbit bintang. Setiap sel, jaringan & organ tubuh manusia disusun oleh molekul yg terdiri dari banyak atom-atom,dimana sebuah atom adalah bagian kecil dari suatu unsur yang membentuk elemen-elemen utuh seperti tubuh manusia. Atom terdiri dari partikel sub-atomik dengan 3 unsur utama yaitu neutron,proton & elektron.Atom yang bersenyawa disebut sebagai molekul.

Stephen Hawkins,pernah menulis sebuah buku brjudul "The Universe in a Nut Shell" dapat dianalogikan maksud dari judul bahwa alam semesta ini bisa jadi adalah bagian kecil dari isi kacang ataupun materi lainnya yang tak dapat dijangkau. Tak hanya Hawking yang menulis tentang keberadaan jagad atom tapi juga Dalai lama dalam bukunya "The Universe In a Single Atom", meski Dalai Lama tidak sepenuhnya setuju dengan sains untuk tulisan suci tapi dia menemukan bahwa sains & spiritualitas memiliki keterkaitan satu sama lain. Pada dasarnya kedua tokoh ini memiliki pandangan ilmiah masing-masing. Seperti teori big bang, Budha juga berkeyakinan bahwa alam semesta ini adalah tak terbatas & tak berawal. Filosofi spt ini masuk akal, jika dikaji kembali dalam matematika,krn tak ada yg tahu angka berapakah yang memulai & angka berapakah yang mengakhiri.

Lebih banyak mana, jumlah sel-sel dalam tubuh manusia atau jumlah bintang-bintang dalam satu galaksi?

#23abfc


Bicara jumlahnya sangat luar biasa. Pertama kita lihat manusia. Kita mulai dari zigot: sebuah sel telur untuk pembuahan. Dari situ, kita tumbuh menjadi manusia dewasa, yang dibangun oleh 75 triliun hingga 100 triliun sel! Lebih menariknya, sel yang membentuk rangka dan organ-organ internal, sistem syaraf dan kulit, pembuluh darah, dan otak, hanya berjumlah kira-kira 4 triliun. Lalu, kemana sisanya ? Lihat tubuh Anda, menjaga Anda tetap hidup dan berfungsi. Tubuh Anda terbentuk dari 1 triliun sel-sel darah putih dari jenis yang bermacam-macam. Kira-kira 2 triliun trombosit, dan 30 triliun sel-sel darah merah ! Ini artinya tiap kali Anda mendonorkan darah, dalam satu takaran (0,6 liter) Anda telah kehilangan 4.000.000.000.000 sel ! Terdapat juga kira-kira 40 triliun sel-sel bakterial yang tinggal di tubuh Anda (kebanyakan di usus besar), membantu proses pencernaan. Oke, berarti semuanya ada 75 triliun sel dalam tubuh Anda.

Sekarang kita lihat satu galaksi biasa, galaksi kita sendiri, atau mungkin tetangga terdekat: Andromeda. Di galaksi-galaksi, Matahari kita bukan bintang yang biasa, yang benar-benar sangat terang. Hanya kira-kira 10 persen dari bintang-bintang itu yang mirip dengan matahari kita (bintang tipe G). Artinya 90 persen lainnya lebih gelap, lebih dingin, dan lebih kecil. Faktanya, saat malam Anda melihat ke langit, ratusan bahkan ribuan bintang yang dekat dengan kita (berjarak kira-kira 30 tahun cahaya), berapa banyak yang bertipe O ? Nggak ada. Tahu berapa yang tipe B ? Nggak ada juga. Yang tipe A ? Empat.

Kebanyakan bintang-bintang adalah yang Anda kira bukan bintang. Seperti halnya sel-sel darah merah dan bakteri pencernaan di tubuh Anda yang Anda anggap bukan sel-sel ketika memikirkan tubuh manusia. Tapi, saat kita menghitung semua bintang di satu galaksi, kita mendapatkan jumlah yang sangat besar: 400 miliar ! Jumlah itu memang tidak seberapa dibanding 75 triliun sel-sel dalam tubuh manusia. Tapi ingat, itu hanya hitungan untuk satu galaksi biasa. Bagaimana dengan galaksi terbesar di jagat raya ?

Di pusat salah satu cluster galaksi terbesar yang pernah ditemukan, Abel 2029, terletak sebuah galaksi berukuran 6 juta tahun cahaya, atau lebih dari 60 kali diameter galaksi kita Bima Sakti (yang hanya berjarak 100.000 tahun cahaya). Lalu berapa jumlah bintang-bintangnya ? Diperkirakan lebih dari100 triliun ! Itulah galaksi terbesar di jagat raya pernah ditemukan yang diberi nama IC 1101. Para peneliti menuliskan bahwa hampir semua yang ada di alam semesta raya (makrokosmis) dapat dicerminkan di dalam sel biologis sebagai mikrokosmis. Sederhananya, alam semesta dapat digambarkan sebagai sebuah sel.

No comments:

Post a Comment