Pages

Friday, November 29, 2013

Tren Mode yang bisa berbahaya bagi Kesehatan

#23abfc


[imagetag]


Jika seseorang yang tidak mengikuti perkembangan mode terbaru yang ada pada zamannya tentu akan dicap tidak up-to-date atau jadul. Namun, bagaimana jika ternyata tren mode tersebut dapat membahayakan nyawa si pemakai? Apakah Anda akan tetap mengikutinya? Berikut ini adalah beberapa tren mode dari seluruh dunia yang betul-betul mematikan:



Crinoline


Jika Anda pernah menonton film dengan latar belakang Inggris kuno, tentunya Anda sudah tidak asing lagi dengan fashion item yang satu ini. Crinoline adalah semacam rangka yang dipasang pada rok yang dipakai para wanita di abad ke-19, agar mereka nampak anggun dan menarik. Rangka ini terbuat dari lempengan baja yang disatukan menggunakan rambut kuda, menjadi semacam keranjang yang terbalik. Dengan memakai crinoline, para wanita dianggap lebih cantik karena gaun yang mereka kenakan akan menampilkan pinggul yang jauh lebih lebar daripada pinggang, yang memang harus kelihatan sangat ramping. Pada tahun 1863 di Santiago, Chili, sekitar 2000 hingga 3000 orang terjebak dalam sebuah gereja yang terbakar hanya karena para jemaat wanitanya berdesak-desakan di pintu keluar karena terjebak rok mereka sendiri. Konyol, ya?    



Korset super ketat


Tujuan pemakaian korset super ketat oleh para wanita ini adalah untuk menampilkan pinggang yang super kecil. Dengan tampilan pinggang yang kecil, maka payudara akan nampak lebih terangkat, sehingga para wanita pemakai korset ini bisa mendapatkan bentuk tubuh bak jam pasir yang begitu diidam-idamkan. Queen Maud of Norway adalah salah satu wanita yang memiliki pinggang terkecil di dunia, dan begitu dipuja pada masanya. Korset super ketat ini akan mengubah bentuk tulang rusuk sehingga berpotensi menyebabkan kematian karena organ-organ di dalam tubuh ditekan secara berlebihan. Namun ternyata, kasus kematian yang paling mengerikan gara-gara korset super ketat ini bukan disebabkan oleh kesulitan bernapas. Pada tahun 1903, seorang wanita dilaporkan meninggal dunia karena kawat yang ada pada korsetnya menyembul keluar dan menusuk jantungnya.



Bonsai kaki


Tren kecantikan yang berasal dari China ini sudah begitu dikenal dunia dan menimbulkan kecaman. Dikenal juga dengan nama 'lotus feet', bonsai kaki begitu populer di kalangan wanita China sejak abad ke-8 sampai awal tahun 1900-an. Para gadis kecil yang berusia 2-7 tahun pada masa itu harus melakukan bonsai kaki agar kelak bisa mendapatkan pasangan hidup. Cara melakukannya adalah dengan membalut telapak kaki dengan kain sutra secara kuat-kuat, dalam posisi keempat jari selain jempol ditekuk ke dalam. Setelah ini, mereka tidak diperbolehkan mengganti ukuran sepatu sampai dewasa. Praktik bonsai kaki ini bisa mengakibatkan matinya sel-sel yang ada di telapak kaki karena aliran darah yang sengaja dihambat. Ironisnya, daya tarik seksual yang kuat dari kaki yang dibonsai ternyata jauh lebih penting daripada keselamatan kaki para wanita China kuno.



Frontange


Pada abad ke-17 hingga ke-18, para wanita menganggap bahwa mengenakan mahkota yang begitu tinggi di kepala adalah sebuah daya tarik seksual yang begitu kuat. Nama fontange diambil dari Angelique de Fontanges, seorang selir raja Inggris pada masa itu. Saat sedang berkuda bersama raja di lingkungan kerajaan, Angelique menjatuhkan topi berkudanya, dan Raja pun berinisiatif mengikatkan pita kepala Angelique. Fontange terbuat dari kain renda dan pita-pita yang diikatkan pada kawat yang kemudian dipakai oleh para wanita pada zaman dulu layaknya topi. Kasus kematian gara-gara fontange ini sebagian besar disebabkan oleh terlalu tingginya fontange hingga dapat menyenggol lilin-lilin tinggi pada jamuan kerajaan, dan membakar si pemakai.



Kosmetik berbahan dasar timah


Pada tahun Yunani kuno hingga tahun 1920-an Masehi, wanita-wanita di dataran Eropa mendambakan kulit yang putih pucat dengan urat yang hampir terlihat. Untuk mendapatkan penampilan pucat yang sempurna, mereka pun akhirnya mengandalkan bedak tabur yang terbuat dari butiran timah! Pada tahun 1760, Marie Gunning, adalah wanita pertama dalam sejarah yang tercatat meninggal karena keracunan timah dari make up yang dipakainya sehari-hari. Sayangnya, kejadian yang menimpa wanita berdarah Irlandia yang merupakan keturunan bangsawan ini tidak membuat para wanita Eropa pada zaman itu jera. Akhirnya, pada tahun 1878, Madame Rachel, seorang perajin kosmetik berbahan dasar timah, meninggal karena keracunan timah.    



Kerah tegak untuk pria


Pada abad ke-19, pria-pria dengan leher panjang dan tegak adalah idaman semua wanita di zaman itu. Oleh karenanya, kerah tegak yang super ketat diciptakan. Kerah ini bisa dilepas-pakai, dibuat sangat kaku, dan dipakai oleh para pria baik siang maupun malam. Dengan kancing emas di bagian tengah depan, kerah ini menjadi andalan sekaligus ancaman bagi para pria yang ingin tampil berada dan menarik. Pada tahun 1800-an, seorang pria di Inggris meninggal dunia hanya karena tercekik oleh kerahnya sendiri ketika tersandung saat keluar dari kendaraan pribadinya.

No comments:

Post a Comment