Pages

Tuesday, October 29, 2013

Juara Wildlife Photographer of the Year 2013

Karya para pemenang penghargaan Fotografer Alam Liar Terbaik 2013 menyoroti misteri kehidupan gajah dan buaya yang berkumpul sehingga mirip mahkota. Pengumuman penghargaan bergengsi ini dilakukan pada sebuah acara gala di Museum Sejarah Alam London. Fotografer Afrika Selatan Greg du Toit memenangkan penghargaan bergengsi tersebut atas penilaian panel juri internasional. Foto du Toit berjudul Inti Gajah menggambarkan foto misterius dan energetik gajah Afrika di Northern Tuli Game Reserve di Botswana.

Karyanya itu mengalahkan 43 ribu foto dari 96 negara. Foto du Toit akan menjadi pusat pameran di Museum yang berlangsung sejak 18 Oktober. PAmeran ini nantinya akan memamerkan kekayaan planet, merefleksikan keindahannya tapi juga menyoroti kerapuhannya. Setelah pameran di London, karya-karya ini akan menjalani tur di Inggris dan beberapa tempat di dunia agar bisa dilihat oleh jutaan orang. Du Toit menghabiskan 10 tahun untuk mendapatkan foto sempurna dari kawanan gajah. Persiapan, semangat, dan keberuntungan adalah kombinasi faktor yang membantunya mendapatkan gambar tersebut. "Saya tidak takut, saya mengabaikan praktik fotografi konvensional untuk menangkap gambar gajah yang unik. Gambar ini merekam energi istimewa yang saya rasakan saat berada di antara kawanan gajah."

Ketua juri, fotografer alam liar terkemuka Jim Brandenburg mengatakan, Foto Greg langsung melempar kami ke dataran Afrika. Citra ini menonjol karena keunggulan teknis dan momen unik yang ditangkapnya betul-betul sebuah foto sekali seumur hidup. Fotografer Udayan Rao Pawar yang berusia 14 tahun juga mendapat penghargaan sebagai Fotogfrafer Muda 2013 untuk fotonya, "Kepala penuh sang ibu". Foto ini menampilkan buaya-buaya gharial di sungai Chambal, Madhya Pradesh, India, kawasan yang makin tergerus oleh ancaman penambangan pasir ilegal dan penangkapan ikan.

Semalaman Udayan berkemah di pinggir sungai agar bisa mengambil foto tersebut pada pagi hari. Si ibu muncul ke permukaan dari air keruh sungai setelah mendengar panggilan dari bayi-bayi buaya, mereka lalu langsung merubung dan naik ke kepalanya. Komposisi dan pemilihan waktu foto Udayan ini sempurna. Tatapan si ibu seperti langsung mengarah ke Anda, memohon agar ia dibiarkan hidup dalam damai. Gambar ini indah dan memicu pemikiran, tapi di saat bersamaan jenaka, jelas membuatnya jadi juara. Dua foto ini terpilih dari 18 pemenang kategori individu, menggambarkan alam dalam kondisi terbaiknya, dari perilaku hewan yang unik sampai lanskap mengagumkan. Kompetisi yang diadakan bersama oleh Natural History Museum, London dan BBC Worldwide dinilai oleh panel yang berisi kalangan profesional di industri tersebut. Foto-foto yang dikirim oleh fotografer amatir dan profesional ini terpilih atas faktor kreativitas, artistik, dan kesulitan teknis.





[imagetag]




[imagetag]




[imagetag]




[imagetag]




[imagetag]




[imagetag]




[imagetag]




[imagetag]




[imagetag]


#23abfc


[imagetag]






No comments:

Post a Comment