Pages

Wednesday, October 30, 2013

Tipe Reaksi Orang saat tabrakan

#23abfc


[imagetag]


Insiden lalu lintas, mulai dari petan sampai tabrakan, bukan hal yang aneh terjadi belakangan ini. Jika suatu ketika kendaraan anda ditabrak oleh kendaraan orang lain di jalan, hal ini tentu bukan insiden yang disengaja. Tetapi, dalam situasi itu, bagaimana cara anda bereaksi terhadap insiden itu ??



Marah lalu minta ganti rugi


Ini yang paling umum, kita marah dan minta berantem lalu minta ganti rugi. Selain kerusakan pada motor/mobil anda saat anda marah, tekanan darah dalam tubuh akan meningkat seiring dengan meningkatnya detak jantung. Jika terjadi dalam waktu yang lama, tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah di otak.



Bersabar tapi anda minta ganti rugi pada si penabrak.


Hati-hatilah, dalam situasi ini awalnya anda adalah korban. Namun, bisa muncul bujukan setan sehingga anda pun tergoda untuk melakukan kedzaliman, Mumpung ada yang mau mengganti kerusakan, sekalian saja kerusakan lain, yang sudah lama terjadi dan tidak terkait dengan insiden terakhir, sekalian saja diperbaiki. Toh nanti biayanya akan ditanggung oleh orang yang menabrak ini. Jika anda melakukan hal ini, berarti anda memanfaatkan situasi sebagai korban, untuk berbalik mencari keuntungan. Di sini anda telah gagal dalam ujian kesabaran, malah terpancing berbuat dosa.



Bersabar dan memaafkan Penabrak


anda sadar bahwa si penabrak betul-betul tidak sengaja menabrak mobil/motor anda. Kendaraan anda maupun mobil si penabrak, sama-sama rusak. Maka, anda mengharap ridho Tuhan dengan cara memaafkan si penabrak. Anda menganggap ini sebagai musibah bersama, dan anda sama sekali tidak menuntut ganti rugi apapun. Si penabrak sendiri juga sudah rugi akibat tabrakan itu, karena kendaraannya juga rusak.



Bersabar dan Membantu si penabrak


Menerima insiden ini sebagai musibah, dan bahkan hati anda tergerak melihat si penabrak yang kini juga dalam kondisi kesusahan. Jika si penabrak itu bukan pemilik mobil, tapi sekedar sopir, pasti dia juga ketakutan akan dipecat atau disuruh mengganti kerusakan oleh tuannya, si pemilik mobil. Maka anda memaafkan si penabrak, sama sekali tidak meminta ganti rugi. Bahkan anda, yang saat itu kebetulan masih punya uang berlebih, malah memberikan uang semampunya kepada si penabrak untuk membantu biaya perbaikan mobil/motornya! Ini semata-mata anda lakukan karena mengharap ridho Tuhan.

No comments:

Post a Comment