Pages

Tuesday, September 10, 2013

Baby Sitter terkejam di Dunia

Jasa baby sitter sering digunakan ketika kedua orang tua sibuk dengan aktivitas mereka. Namun, salah memilih pengasuh bayi bisa menimbulkan bahaya. Seperti misalnya 6 baby sitter pembunuh yang dicatat sejarah di bawah ini.



Yoselyn Ortega


[imagetag]


Yoselyn Ortega (50) dipekerjakan oleh keluarga Krim untuk merawat ketiga anaknya. Suatu ketika sang ibu, Marina Krim, pulang usai menjemput si bungsu les renang. Dia terperanjat melihat 2 anaknya, yaitu Lucia (6) dan Leo (1) berada di dalam bak penuh darah. Keduanya ditikam sampai mati oleh Ortega. Begitu Marina memasuki kamar Ortega, dia mulai menusuk dirinya sendiri dengan pisau dapur. Marina membuang pisau tersebut sebelum mengenai lehernya. Ortega dibawa ke rumah sakit dan berhasil diselamatkan. Diduga motif pembunuhan adalah stres dan marah karena ditolak permintaannya naik gaji.



David McGreavy


[imagetag]


Dijuluki dengan sebutan 'The Giant from Worcester', David McGreavy adalah pria muda yang tinggal bersama sebuah keluarga di Worcester, Inggris pada tahun 1973. Suatu hari, dia diminta menjaga 3 anak keluarga tersebut. Gilanya, dia malah membunuh ketiganya dan menancapkan mayatnya di pagar rumah. Ia ditangkap di hari yang sama dan dipenjara seumur hidup. Di tahun 2009, dia mengubah namanya lantaran selalu diserang oleh narapidana lain yang mengenalinya, namun namanya dikembalikan lagi di tahun 2013. Sudah 8 kali dia mengajukan pembebasan bersyarat namun selalu gagal.

Agnes Wong


[imagetag]


Pada tahun 2007, Agnes Wong dipekerjakan untuk merawat bayi di Manchester, Inggris berumur 16 bulan bernama Hugo Wang. Di tanggal 25 Januari, Hugo dibawa ke rumah sakit karena luka serius di kepala dan pergelangan kaki. Ada luka gigitan, memar, luka bakar, dan bekas pukulan. Wong mengaku dia hanya mendisiplinkan Hugo ketika sedang nakal. Adapun luka bakar diperolehnya karena bermain-main dengan pengering rambut. Hugo meninggal pada 26 Januari 2007 dan Wong didakwa dengan pembunuhan beberapa hari kemudian. Dia dijatuhi hukuman 5 tahun penjara, namun baru berjalan 2 tahun dia dipulangkan ke Malaysia.

Karl McCluney


[imagetag]


Karl McCluney (15) diminta menjaga anak berumur 2 tahun bernama Demi Leigh Mahon selama 1,5 jam sementara ibunya mengerjakan beberapa tugas. Setelah main ke taman, Karl kembali ke rumah Demi, lalu memukul, menggigit, dan mencukur kepalanya. Ketika ibunya pulang, Karl sedang menonton TV sedangkan Demi sudah hampir mati. Demi dilarikan ke rumah sakit dengan 69 luka, kerusakan otak, dan perlu dipasangi peralatan penunjang kehidupan. Hasil pemeriksaan psikiatris menemukan bahwa Karl memiliki IQ rendah dan berasal dari keluarga broken home. Motifnya melukai adalah karena Demi mengganggunya. Dia dihukum penjara 15 tahun.

Frederick Mitchell


[imagetag]


Pada bulan Maret 2013, Frederick Mitchell (21) dari Cincinnati, AS diminta menjaga anak berumur 4 bulan, Elliot Magrditchian, yang merupakan putra teman serumahnya sendiri. Selama menjaga bayi, Mitchell melempar-lempar Elliot ke dinding tanpa alasan yang jelas. Elliot dibawa ke rumah sakit lalu meninggal beberapa hari kemudian. Mitchell didakwa melakukan tindak kekerasan. Tapi setelah pihak forensik menemukan kematian Elliot karena pembunuhan, dakwaannya ditambah dengan pembunuhan dan Mitchell dijerat hukuman penjara seumur hidup. Kini dia tengah menunggu persidangan.



Gabriela Gonzales
#23abfc


[imagetag]


Sebuah keluarga di Maryland, AS mencari babysitter pada bulan Oktober 2011 lalu. Gabriela Gonzales melamar dan diterima mengasuh bayi bernama Kiery Nicole. Sayangnya, Kiery menderita ruam dan Gonzales tak bisa membuatnya berhenti menangis. Frustrasi, dia mengguncang-guncang bayi 2 tahun itu, lalu memukul kepalanya di toilet. Kiery meninggal 3 hari kemudian. Hasil autopsi menemukan adanya perdarahan pada otak dan sumsum tulang belakang, juga keretakan tengkorak. Gonzales mengatakan Kiery terluka karena jatuh dari tempat tidur. Selama persidangan, dia tak menunjukkan penyesalan sehingga dijatuhi hukuman maksimal 20 tahun penjara.

No comments:

Post a Comment